Tampilkan postingan dengan label liburan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label liburan. Tampilkan semua postingan
11.30.00

Hari Pembubaran Panitia


Kenapa lagi-lagi keputusan jatuh kepada hari Minggu?
Membuat konflik dengan diri sendiri. Sudah berulang kali saya katakan di postingan yang dulu bahwa Minggu itu adalah hari mati alias hari tidur (salah satunya). Memedaskan mata saja. 

***
Setelah semalaman tidak bisa menidurkan diri karena suatu pekerjaan cuma-cuma, saya putuskan untuk tidur pagi. Sebelumnya keputusan ini sudah deal, akan tetapi jika melihat sms yang masuk pukul setengah 6 pagi, mendadak mata saya pedas.  Seakan hari-hari saya menjadi semakin sibuk sekali, bahkan yang seharusnya hari libur menjadi hari tidak libur. Ini membuktikan bahwa hari itu tidak ada bedanya, cuma nama yang membuat mereka berbeda. Ternyata saya termasuk sebagian dari orang-orang yang tidak seperti biasanya dalam menyikapi dan memaknai hari. Kaum minoritas yang mempunyai arti sendiri dalam memaknai hari. Sedikit kritis, sengit, dan sulit. 

Terakhir berjumpa dengan hari terakhir dari sedemikian banyak hari, begitu menyenangkan. Dan saya masih termasuk dari sebagian kaum mayoritas, kala itu. Baik. Saya memang penyuka yang berbeda. Tapi, tetap saja kesukaan saya terhadap hal yang berbeda itu ada batasnya. Terutama tentang masalah ini. Hari. Benar kata teman saya, ketika dia pernah berkata,”Hari yang berbeda adalah hari yang mengenang”. Akan tetapi, untuk konteks pembicaraan kali ini, sedikit tidak mengenakkan hati. Hari-hari tetap terasa sama saja. Hanya kegiatannya yang berbeda. Cukup adil. 

Minggu itu eksklusif. Dimana ego masing-masing orang sedang berkobar-kobarnya. Dimana nafsu semua orang sedang membludak-bludaknya. Dimana tubuh semua orang ingin dimanja. Dimana semua orang bercanda gurau, bermain-main, menemani matahari. Minggu itu bisa dikatakan sebagai hari yang paling indah dari semua hari. Saya katakan, bahwa Minggu itu adalah Hari Ego. 
00.00.00

Happy New Bir 2011




        “Ah mbok biasa wae to, mung tahun baru we!” kata teman Saya ketika menanggapi ramai-ramai jalanan malam tahun baru.
        Memang begitu seharusnya, tidak perlu harus menghambur-hamburkan uang, tenaga, dan jasad hanya untuk melihat angka pada kata tahun itu berubah.
Murah meriah, begitulah yang asyik. Cara yang paling murah meriah adalah membakar jagung sambil nge-bir. Itulah cara yang saya gunakan bersama 2 orang teman saya ketika malam tahun baru menjelang. Orang-orang sibuk meniup terompet, kami meniup anglo agar api tetep menyala. Orang-orang sibuk menyalakan kembang api/petasan, kamu sibuk menyalakan api di anglo. Orang-orang berteriak-teriak riuh ketika kembang api bertaburan bak bintang, kami berteler-teler riuh ketika sebotol bir terteguk. Wajah malam, malam menjemput tahun baru 2011. 


         Selamatkan angka baru dengan murah meriah.  Tambah angka, tambah uang-caranya ya dengan hemat. 

          get your new number with the cheap but fun!

         Salam hemat, semoga bermanfaat.

        Happy new year 2011
21.56.00

Hari Kerja Bakti


Minggu. Untuk kesekian kalinya saya berjumpa dengan minggu.  Rasa syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Mempunyai Minggu karena sudah mempertemukan saya dengan hari minggu. Terima kasih saya haturkan kembali kepada Tuhan yang mempunyai hari Minggu.
Kembali ke kata pertama dalam paragraf pertama, yaitu kata Minggu. Kenapa saya menulis kata Minggu? Ada apakah dengan kata Minggu? Nah, mari kita bahas selengkapnya mengenai kata misterius Minggu yang menjadi inti pembicaraan kali ini.
Jujur, saya menyenangi kata Minggu, saya tidak tahu ini muncul karena dorongan seseorang atau bahkan dari diri saya sendiri. Pokoknya sejak kecil, saya menyukai kata Minggu. Saya mempunyai banyak alasan kenapa saya menyukai Minggu.
16.08.00

Negeri Diatas Awan-Telomoyo's Peak

Gunung Telomoyo
milkysmile
Jika kalian pernah menginjakkan kaki atau kendaraan Anda (jika tak mau menurunkan kaki) Photobucketke Kabupaten Magelang, Anda akan disuguhi panorama alam yang sangat luar biasa indahnya. Di postingan kali ini, Saya akan mengenalkan Anda semua sebuah tempat dimana masih tersimpan suasana alam yang sangat indah, yaitu Gunung Telomoyo yang berada di antara Kab. Semarang dan Kab. Magelang.

*Sekilas tentang Gunung Telomoyo.

"Gunung Telomoyo adalah gunung yang terletak di wilayah Kabupaten Semarang dan Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Gunung ini memiliki ketinggian 1.894 m dpl dan merupakan gunung api yang berbentuk strato (kerucut) tetapi belum pernah tercatat meletus. Ia terlihat dari kota-kota sekitar, seperti Salatiga, Ambarawa, dan Secang, Magelang.
Gunung ini diapit oleh Gunung Merbabu, Gunung Andong, Gunung Sumbing, dan Gunung Ungaran. Ia terbentuk dari sisi selatan Gunung Soropati yang telah tererosi dan runtuh sejak Pleistosen. Akibat runtuhan ini, terbentuk cekungan berbentuk U. Gunung Telomoyo muncul di sebelah selatan depresi ini setinggi 600 m dari dasar cekungan.
Orang-orang dapat naik hingga ke puncak Gunung Telomoyo dengan menggunakan kendaraan maupun jalan kaki. Pemandangan di sekitar gunung ini sangat bagus. Di puncak gunung ini sekarang banyak didirikan menara penerus signal radio."

Woke, agan-agan semua!
Bagaimana? Apakah ada yang tertarik untuk berkunjung Puncak Telomoyo?
Pasti dunk! Siapa saja orang yang melihat Puncak Telomoyo pasti akan ketagihan untuk kembali datang dan mengunjungi tempat ini.
Baik, agan-agan semua. Segera kencangkan sabuk Anda, dan segera merapat ke barisan terdepan. Mari kita mendengarkan cerita/pengalaman Saya ketika berhasil sampai ke puncak Telomoyo.
readbud - get paid to read and rate articles
kotak sampah™. Diberdayakan oleh Blogger.