Tampilkan postingan dengan label Tulisan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tulisan. Tampilkan semua postingan
20.11.00

Ritual Hujan


When the first rains in Yogyakarta.
04.22.00
Nah, saya tidak meminta, dan sayapun tidak mengharap Anda akan terharu karenanya, sama terharunya seperti bila melukiskan nasib seorang petani kulit putih yang dirampas sapinya. Saya tidak meminta Anda untuk mencucurkan airmata bersama airmata yang mengalir pada wajah-wajah yang begitu hitam. Saya juga tidak meminta rasa amarah dari hati Tuan Putri , jika saya bicara tentang keputusasaan orang-orang yang kena rampok. Saya juga tidak mengharap Anda akan bangkit, dengan buku di tangan lalu pergi.

Tidak, tidak, tidak, Saya tidak mengharapkan semua itu. Terlalu banyak penderitaan di sekitar Anda yang memenuhi perasaan Anda, hingga tidak banyak lagi perasaan yang tinggal untuk penderitaan yang begitu jauhnya. Bukankah kemarin secangkir kopi terancam punah karena agag banyak secangkir teh?
01.18.00

FSTVLST

FSTVLST (JENNY) - HARI TERAKHIR PERADABAN
dan inilah harinya banyak wanita menjadi budak atas kelaminnya memeluk agama tanpa Tuhan yang ibadahnya adalah belanja.
barbarian bersorban rantai kuasa yang tiran maniak perang brilian dengan citra curian cendekia pendusta para bangga berdosa gila belanja dan mungkin aku salah satunya.
16.58.00
: Mbah, sebenernya masalah terbesar bangsa ini tu apa? 
: Beragama, tapi beragama secara kulit. Berbudaya, tapi budaya santun yang munafik. 

14.36.00

Behind The Efek Rumah Kaca Song

“Orang-orang yang di pilih dan di percaya untuk menyuarakan kepentingan rakyat, ternyata bagai tercebur ke dalam kolam racun. Hanya sedikit yang bisa imun. - Mosi Tidak Percaya”
—(via efekrumahkaca)
“Negara ini punya sejarah yang panjang tentang pembakaran buku. Menurut kami, buku untuk dibaca, bukan dibakar, apa pun alasannya. - Jangan Bakar Buku”
—(via efekrumahkaca)
“Video phone sex semakin merajalela, saatnya bersikap dewasa terhadap teknologi. - Kenakalan Remaja di era Informatika”
—(via efekrumahkaca)
14.31.00

Idealisme Musik Efek Rumah Kaca Band

“Kami yakin bahwa idealisme kami akan memiliki pasar dan bahkan mungkin bisa menciptakan pasar. Tetapi pasar dari musik kami tentu saja tidak sebesar pasar musik yang didukung oleh modal yang kuat. Yang perlu kami tanamkan pada diri kami adalah bahwa musik kami sedikit melawan arus sehingga perlu waktu yang lama untuk mendapatkan pasar yang luas.”
—(via efekrumahkaca)



Menurut kami musik lebih dari sekedar hiburan dan musik berpotensi untuk menjadi medium yang reflektif, komunikatif dan inspiratif . Kami yakin bahwa setiap idealisme memiliki pasar, tetapi penting untuk menyiasati pasar salah satunya dengan menciptakan karya yang berbeda tetapi tidak terlalu jauh berbeda dengan karya-karya pada umumnya.
15.59.00

Surat untuk Presiden

Pak SBY dan Bu Ani, via jejaring sosial ini saya mohon maaf lahir dan batin, karena saya tidak tahu mesti mengirim permohonan ini ke mana. Terima kasih.
1432H - @
13.30.00

Bang Toyib 2

            Lebaran oh lebaran. Moment penting bagi umat islam. Memakai kata “lebaran”  maka konteks bahasan ini lingkup negara kita saja, yaitu  Negara Indonesia.

Lebaran yang paling memerlukan usaha keras adalah lebaran di Indonesia. Setiap orang harus bersusah payah kembali ke kampung halamannya, orang-orang menamainya mudik. Mencari tiket alat transportasi, berebut sembako –sampai ada yang harus rela menanggalkan nyawanya, menunggu antrian yang tidak hanya 1-2 jam- bahkan sampai 1-2 hari rela tinggal di stasiun/terminal  untuk dapat tempat duduk atau agar tidak ketinggalan kereta. Seseorang harus mempunyai jiwa nekat juga jika berhadapan dengan lebaran. Sepertinya lebaran itu merupakan kewajiban yang haq, yang datang dari agama atau institusi-institusi lainnya. Aih, ini membuat saya heran. Secara tidak langsung, sadar atau tidak sadar, kita telah menemukan budaya baru, budaya mudik. 
18.06.00

SOS Children Village Lembang, Bandung





Mendapat sebuah kepercayaan dari seorang yang baru saja kenal dan bisa dikatakan teman baru memang tidak gampang, tapi lain halnya dengan kejadian yang saya alami untuk beberapa minggu terakhir di bulan Mei. Seseorang teman dengan enaknya sendiri memberi kepercayaan kepada saya untuk sebuah pekerjaan. Bingung, kaget, terheran-heran, ternganga di badan yang setengah hidup-pada saat mata setengah menyala. Lho, kok bisa Saya? Berulang-ulang entah untuk berapa ratus kali pertanyaan itu saya ajukan kepada diri saya sendiri (?) Beberapa menit, setelah masa-masa ketidakpercayaan mendapat kepercayaan, sms masuk dengan pengirim yang sama- meyakinkan saya bahwa memang saya yang harus melakukan pekerjaan itu. Sebegitu penting ya?
Sebenarnya apa to pekerjaan itu? Begini bro, entah ini karena memang rejeki saya atau cobaan berupa rejeki (lho?) Saya diutus, mewakili sebuah sanggar bernama Sanggar Canau (Cakruk Sinau) bertempat di Yogyakarta untuk study banding ke Bandung. Untuk 20 tahun terakhir ini, saya memang mempunyai angan-angan ingin ke Bandung, tapi untuk sekedar melepas penat dan melihat “Kota Kembang” itu. Ya memang namanya cobaan berupa rejeki selalu datang mendadak tanpa kabar-kabar melalui fb, ataupun email. Ckckckck…  Menurut sepengertian dan kemampuan pemahaman saya, acara ini adalah semacam study banding/ tinjauan dimana di Bandung tepatnya di Lembang, dan tepatnya lagi desa sekitar 4,5 hektar di bawah teropong Boscha, merupakan sebuah desa/wilayah/kampung/dusun/komunitas/semacamnya-yang di dalamnya sebagian besar penduduknya anak-anak kecil berusia balita sampai sekitar 15 tahun. Berpuluh-puluh sampai beratus-ratus anak kecil dibina, mulai dari anak-anak jalanan, anak-anak yatim piatu, anak-anak kurang mampu, dan sebagainya diasuh, dibina, dididik, diajar, digembleng (untuk bahasa kasarnya), disayangi, dicintai, diberi kesempatan untuk menggantungkan cita-citanya di dalam kepalanya di desa itu. Dipelopori oleh SOS - semacam organisasi sosial, berpusat di negara eropa-Austria. 

04.38.00

Festival Film Solo



 Festival Film Solo merupakan festival film tahunan yang diadakan di Kota Solo – Jawa Tengah, dengan fokus pada film fiksi-pendek Indonesia. Ketiadaan festival yang memfokuskan diri pada film-film pendek Indonesia menjadi landasan awal bagi festival ini untuk merespon terus-lahirnya karya dan kerja kreatif para pembuat film pendek di seluruh kota di Indonesia.

Festival film yang akan diselenggarakan pada tanggal 4-7 Mei 2011 di Gedung Kesenian Solo (GKS) ini terdapat beberapa program kompetisi maupun non-kompetisi, hal ini sebagai satu bentuk respon penyelenggara terhadap kondisi sosial masyarakat dan juga perkembangan dunia perfilman Indonesia itu sendiri. Harapannya, Festival Film Solo 2011 akan mampu menjadi sebuah festival yang sederhana namun bisa dekat dan akrab dengan publik, melalui tema-tema film yang secara maksimal bisa mengeksplorasi Indonesia, baik secara ruang maupun ideologis.

04.56.00

Kutipan dari Seorang Pramoedya


       Pramoedya Ananta Toer




Kutipan otentik:
  • Keadaan seluruh dunia berubah. Sekarang apa? Negara-negara komunis pun mengakomodasi kapitalisme. Perang Dingin tidak ada lagi. Saya sendiri tetap seperti dahulu, menentang ketidakadilan dan penindasan. Bukan sekadar menentang, tetapi melawan! Melawan pelecehan kemanusiaan. Saya tidak berubah. (Nama Saya Tidak Pernah Kotor. Jawa Pos, 18 April 1999)
  •  
  • Saya tutup buku dengan kekuasaan. Mereka selalu bilang, kami tutup buku dengan napol/tapol, nah saya juga bilang begitu, tutup buku dengan kekuasaan. (Suara Independen no.3/I: Augustus 1995)
04.54.00

Rumah Kaca

Rumah Kaca

excerpt from the novel:
Rumah Kaca

"Betapa sederhana hidup ini sesungguhnya yang pelik cuma liku dan tafsirannya. (Pangemanann, 38)

"Nilai yang diwariskan oleh kemanusiaan hanya untuk mereka yang mengerti dan membutuhkan. Humaniora memang indah bila diucapkan para mahaguru—indah pula didengar oleh mahasiswa berbakat dan toh menyebalkan bagi mahasiswa-mahasiswa bebal. Berbahagialah kalian, mahasiswa bebal, karena kalian dibenarkan berbuat segala-galanya. (Pangemanann, 39)

"Hidup sungguh sangat sederhana. Yang hebat-hebat hanya tafsirannya. (Pangemanann, 46)

"Orang begitu tabah menghadapi kehilangan kebebasannya, akan tabah juga kehilangan segala-galanya yang masih tersisa. (Pangemanann, 53)
04.53.00

Jejak Langkah


Jejak Langkah

excerpt from the novel:
 Jejak Langkah


"...dan modern adalah juga kesunyian manusia yatim-piatu dikutuk untuk membebaskan diri dari segala ikatan yang tidak diperlukan: adat, darah, bahkan juga bumi, kalau perlu juga sesamanya. (Minke, 2)

"Ilmu pengetahuan, Tuan-tuan, betapa pun tingginya, dia tidak berpribadi. Sehebat-hebatnya mesin, dibikin oleh sehebat-hebat manusia dia pun tidak berpribadi. Tetapi sesederhana-sederhana cerita yang ditulis, dia mewakili pribadi individu atau malahan bisa juga bangsanya. (Von Kollewijn, 32)

"Persahabatan lebih kuat dari pada panasnya permusuhan. (Bunda/Minke, 46)

"Dahulu, nenek moyangmu selalu mengajarkan, tidak ada yang lebih sederhana daripada hidup: lahir, makan-minum, tumbuh, beranak-pinak dan berbuat kebajikan. (Bunda, 65)

"Setiap hak yang berlebihan adalah penindasan. (Minke, 82)
04.52.00

Anak Semua Bangsa


Anak Semua Bangsa

excerpt from the novel:

 Anak Semua Bangsa

·         "Barang siapa tidak tahu bersetia pada azas, dia terbuka terhadap segala kejahatan: dijahati atau menjahati. (Mama, 4)

·         "Nama berganti seribu kali dalam sehari, makna tetap. (Mama, 20)

·         "Kalau hati dan pikiran manusia sudah tak mampu mencapai lagi, bukankah hanya pada Tuhan juga orang berseru? (Panji Darman/Jan Dapperste, 33)

·         "Kau pribumi terpelajar! Kalau mereka itu, pribumi itu, tidak terpelajar, kau harus bikin mereka jadi terpelajar. Kau harus, harus, harus bicara pada mereka, dengan bahasa yang mereka tahu. (Jean Marais, 55)
04.51.00

Bumi Manusia


Bumi Manusia
excerpt from the novel:
 
Bumi Manusia
  • "Berbahagialah dia yang makan dari keringatnya sendiri bersuka karena usahanya sendiri dan maju karena pengalamannya sendiri " (Mama/Nyai Ontosoroh, hal 39)
  • "Seorang terpelajar harus juga belajar berlaku adil sudah sejak dalam pikiran, apalagi perbuatan. (Jean Marais, hal 52)
  • "Cinta itu indah, Minke, terlalu indah, yang bisa didapatkan dalam hidup manusia yang pendek ini. (Jean Marais, 55)
  • "Tak ada cinta muncul mendadak, karena dia anak kebudayaan, bukan batu dari langit. (Jean Marais, 55)
  • "Melawan, Minke, dengan segala kemampuan dan ketakmampuan. (Jean Marais, 60)
  • "Hidup bisa memberikan segala pada barang siapa tahu dan pandai menerima. (Mama, 73)
  • "Jangan anggap remeh si manusia, yang kelihatannya begitu sederhana; biar penglihatanmu setajam elang, pikiranmu setajam pisau cukur, perabaanmu lebih peka dari para dewa, pendengaran dapat menangkap musik dan ratap-tangis kehidupan; pengetahuanmu tentang manusia takkan bakal bisa kemput. (Mama, 119)
22.00.00

Jogja Care for Japan

 
Om Aki lagi ngebuka acara
Om Aki ama gag tau lupa namanya, kolaborasi musik.
Aksi solidaritas dengan tema "Jogja Care for Japan-Let's Support and Learn from Japan" dipusatkan di Gedung Jogja Ekspo Center. Hoshizora Community telah mengawali aksi solidaritas "Jogja Care for Japan" dengan mengajak Adik Bintang, penerima beasiswa Hoshizora, mengadakan penggalangan dana di berbagai sekolah di Yogyakarta.

Acara juga dimeriahkan oleh penampilan band Yogyakarta Sheila On 7, penari Didik Ninik Thowok, dan Jemek Supardi dalam sesi Fund Raising Night. "Selain rasa peduli, pesan yang ingin disampaikan dalam acara ini adalah bagaimana kita dapat memetik pelajaran dari bencana Jepang. Pascabencana, masyarakat Jepang tetap santun dan teratur antre untuk mendapatkan bantuan," jelas putri sulung Gubernur DIY tersebut di kediamannya, Ndalem Wironegaran.
10.41.00

From Community To Indonesian

 

" from the community to be peaceful Indonesia"

    Living a "kotak sampah" doesn't mean that if there are no people from the communities above.
23.27.00

SAVE US or KILL US?


 
 :mm artwork:
       Beginilah sebagian usaha saya untuk mengajak (khususnya) para generasi muda agar setia setiap saat menjaga lingkungannya. Entah dalam bentuk apapun, menanam pohon, membersihkan lingkungan, membuang sampah pada tempatnya, atau mulai mengurangi ketergantungan terhadap plastik. 
22.36.00

Resensi Buku Baru


Bercanda dengan Filsafat








Judul Buku: Si Buta Dari Gua Plato
Pengarang: Rif'an Anwar
Penerbit: Kanisius
Cetakan ke-/Tahun: Pertama/2011
Tebal: 158 halaman


Buku ini berisi anekdot-anekdot filsafat. Mulai dari kisah-kisah hidup filsuf, pemikiran-pemikirannya, dan kejadian sehari-hari yang berhubungan dengan makhluk bernama filsafat. Tapi tidak perlu cemas akan isi buku ini. Pemikiran-pemikiran filsafat yang serius dan bikin dahi berkerut tidak akan kita temui di sini.
readbud - get paid to read and rate articles
kotak sampah™. Diberdayakan oleh Blogger.