Mendapat sebuah kepercayaan dari seorang yang baru saja kenal dan bisa dikatakan teman baru memang tidak gampang, tapi lain halnya dengan kejadian yang saya alami untuk beberapa minggu terakhir di bulan Mei. Seseorang teman dengan enaknya sendiri memberi kepercayaan kepada saya untuk sebuah pekerjaan. Bingung, kaget, terheran-heran, ternganga di badan yang setengah hidup-pada saat mata setengah menyala. Lho, kok bisa Saya? Berulang-ulang entah untuk berapa ratus kali pertanyaan itu saya ajukan kepada diri saya sendiri (?) Beberapa menit, setelah masa-masa ketidakpercayaan mendapat kepercayaan, sms masuk dengan pengirim yang sama- meyakinkan saya bahwa memang saya yang harus melakukan pekerjaan itu. Sebegitu penting ya?
Sebenarnya apa to pekerjaan itu? Begini bro, entah ini karena memang rejeki saya atau cobaan berupa rejeki (lho?) Saya diutus, mewakili sebuah sanggar bernama Sanggar Canau (Cakruk Sinau) bertempat di Yogyakarta untuk study banding ke Bandung. Untuk 20 tahun terakhir ini, saya memang mempunyai angan-angan ingin ke Bandung, tapi untuk sekedar melepas penat dan melihat “Kota Kembang” itu. Ya memang namanya cobaan berupa rejeki selalu datang mendadak tanpa kabar-kabar melalui fb, ataupun email. Ckckckck… Menurut sepengertian dan kemampuan pemahaman saya, acara ini adalah semacam study banding/ tinjauan dimana di Bandung tepatnya di Lembang, dan tepatnya lagi desa sekitar 4,5 hektar di bawah teropong Boscha, merupakan sebuah desa/wilayah/kampung/dusun/komunitas/semacamnya-yang di dalamnya sebagian besar penduduknya anak-anak kecil berusia balita sampai sekitar 15 tahun. Berpuluh-puluh sampai beratus-ratus anak kecil dibina, mulai dari anak-anak jalanan, anak-anak yatim piatu, anak-anak kurang mampu, dan sebagainya diasuh, dibina, dididik, diajar, digembleng (untuk bahasa kasarnya), disayangi, dicintai, diberi kesempatan untuk menggantungkan cita-citanya di dalam kepalanya di desa itu. Dipelopori oleh SOS - semacam organisasi sosial, berpusat di negara eropa-Austria.