Selamat malam Indonesian Blogger’s!
Malam minggu yang sangat bermanfaat.
(walau saat memosting sudah hari Senin)
***
Oke, Blogger’s kali ini postingan kita akan sedikit lebih serius (bukan nama band e Candil).
Daripada bertele-tele, nanti malah dianggap
talk less do more.
Maka lebih baik, langsung aku tunjukkan saja kepada kalian postingan kali ini.
MONGGO DEENN!!!
***
Sudah saatnya memanfaatkan malam minggu untuk dijadikan sebagai malam yang berguna. Tidak dipakai untuk hal-hal yang berbau
hedonisme (iki istilah yoo den) -->
paham yg
beranggapan bahwa kesenangan adalah yg paling benar di dunia ini ; Nah, biasanya pelaku/penganut paham itu adalah anak-anak muda jaman sekarang atau yang biasa mereka sebut
ANAK GAUL (preeekkk, cook!). Menghabiskan weekend dengan hura-hura dengan istri-istri tidak sah mereka (alhamdulillah, aku untunge ra due istri yang tidak sah), guna memperoleh kesenangan sesaat (sesaat di dunia). Ah, sudahlah. Toh, cara berpikir manusia berbeda-beda dan pola kehidupan setiap manusia juga bermacam-macam.
SUNGGUH INDAH MEMANG PERBEDAAN ITU! (i just feel it).
Untuk malam minggu ini, aku diberi kesempatan oleh Sang Hyang Anantaboga untuk menyaksikan sebuah perhelatan berupa diskusi sekaligus peluncuran sebuah buku. Bertempat di Pendopo Yayasan LkiS, Sorowajan, Bantul, Ngayogyakarta Hadiningrat.
Mungkin Anda perlu membaca artikel dibawah ini :
PELUNCURAN DAN DISKUSI BUKU PUISI
“BUTON, IBU DAN SEKANTONG LUKA”